July 2012
3 posts
June 2012
2 posts
May 2012
29 posts
Dingin,menusuk raga.
Seonggok daging tak mampu menahannya.
Bahkan menggigilkan semuanya.
Badanku,hatiku,juga jiwaku.
April 2012
5 posts
Aku rindu hujan,juga kenangan di dalamnya.
antara aku dan kamu,memandangi air yang diturunkan dari langit oleh Tuhan
Memang benar kata orang jaman dulu,kalau hujan turun pertanda rejeki.
Rejekiku hari itu - menikmati hujan dan dirimu.
Aku memelukmu - kamu tersipu.
Sepertinya langit menertawai kita hingga ia menangis - Deras sekali.
Lalu secara otomatis jarak antara hatimu dan hatiku tinggal sejengkal.
Tak terasa hujan pun reda, satu kecupan di kening membuat ku pulang ke rumah dengan wajah sumringah. Terima Kasih Hujan :)
March 2012
24 posts
Kepada seseorang yang telah mengijinkanku mengisi jam demi jam di hidupnya..
Apakah kamu tahu bahwa kamu terlalu sempurna untukku? meskipun mereka bilang itu hanya asa yang ada di angan.
Aku tak peduli, biar aku egois , tapi itu yang kurasakan.
Kepada seseorang yang telah mengijinkanku mengisi jam demi jam di hidupnya..
Ketahuilah bahwa senyummu itu bak matahari yang terlihat mengikutiku kemanapun aku melangkah.
tak peduli awan hitam menutupimu,kau akan terus tersenyum dibalik awan itu hingga mereka menghilang meninggalkanmu.
Kepada seseorang yang telah mengijinkanku mengisi jam demi jam di hidupnya..
Dewasalah sedikit, memang terkadang dunia berbalik arah dari dimana kita berjalan. Tak perlu ego untuk mengatasinya karena kamu hanya butuh kepala dingin untuk mengatasinya.
Kepada seseorang yang telah mengijinkanku mengisi jam demi jam di hidupnya..
Bagaimanapun rupamu dan kelakuanmu, aku akan tetap di sampingmu, menemanimu, membantumu,dan medukungmu. Karena kamu telah melakukan itu semua untukku tanpa kau sadari itu.
Aku duduk disini dengan kebahagiaan, kebahagiaan yang jika aku bisa dan boleh jujur mungkin tidak akan aku bagikan dengan dunia.
Aku memang egois teramat sangat egois, bukankah itu hakku?
Bagiku kebahagiaan itu harus dinikmati sendiri, karena dengan begitu aku merasa nyaman.
Biarkan aku egois teramat sangat egois,lalu kamu mau apa?
Kamu kawanku yang menjadi awanku
kita bersama dengan satu tujuan yang sama.
Kita berbagi untuk saling mengimbangi
karena kita pribadi yang berbeda.
Kalian manis seperti arum manis
kadang pahit seperti karbon jahit.
Tapi aku beruntung amat sangat beruntung.
Walau kadang lidah suka bersilat
tapi kalian bukanlah penjilat
Kita berpisah dengan kalimat yang patah patah
Kita sadar walaupun terasa hambar
Kalau wkatu bukanlah batu
Kalau perbedaan bukanlah beban.
Kutulis sesal tentang kelalaianku.
Maafkan aku mengecewakanmu.
Bukan maksudku seperti itu.
sebab murni di luar kehendakku.
Ini tentang masa remaja..
Yang lebih banyak kunikmati dengan bermain - main. Tak kuhiraukan pesan kedua orang tuaku untuk sungguh - sungguh belajar , menimba ilmu. Sepintas memang sesal datang menyapa, tapi banyak sesal itu hanya mati dalam hirau.
Malam ini sepi, ditemani secangkir kopi.
Kalaupun pahit toh sedikit mengobati.
Kangenku denganmu yang mulai merambah ke mimpi.
Tapi„
Mendengar esok dapat bertemu denganmu, hatiku jadi berapi - api.
Sore yang dingin, hujan kecil menyelimuti beberapa sudut di Kota Bandung. Aku masih duduk saja di depan komputer ini, baru saja selesai makan malam. Udara dingin tidak jadi masalah karena kamar kosan masih cukup hangat menghalau dinginnya angin sore ini. Tapi bagaimana mereka yang kurang…